Hernia Pada Bayi: Fakta Penting Yang Harus Diketahui

Hernia Pada Bayi: Fakta Penting Yang Harus Diketahui
Hernia umbilikalis Tanda dan Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Cara from www.sehatq.com

Apa Itu Hernia?

Hernia merupakan kondisi medis yang terjadi ketika organ tubuh menonjol keluar melalui celah atau lemah pada otot atau jaringan di sekitarnya. Hernia pada bayi terjadi ketika otot atau jaringan di sekitar pusar bayi tidak tertutup dengan sempurna selama perkembangan janin di dalam rahim. Hal ini menyebabkan usus atau bagian organ tubuh lainnya menonjol keluar dari rongga perut melalui celah yang terbuka.

Tanda-Tanda Hernia pada Bayi

Tanda-tanda hernia pada bayi meliputi tonjolan di area perut atau panggul, terutama ketika bayi menangis atau mengejan. Tonjolan ini bisa hilang ketika bayi berbaring atau saat ditekan dengan lembut. Bayi juga bisa merasa nyeri atau tidak nyaman di area hernia dan sering merengek atau menangis.

Jenis-Jenis Hernia pada Bayi

Ada beberapa jenis hernia yang dapat terjadi pada bayi, termasuk hernia umbilikalis atau hernia pusar, hernia inguinalis atau hernia selangkangan, hernia femoralis atau hernia paha, serta hernia hiatal atau hernia diafragma.

Hernia Umbilikalis atau Hernia Pusar

Hernia umbilikalis atau hernia pusar adalah jenis hernia yang paling umum terjadi pada bayi. Hernia ini terjadi ketika otot di sekitar pusar bayi tidak tertutup dengan sempurna selama perkembangan janin di dalam rahim. Hernia ini dapat terlihat sebagai tonjolan kecil di sekitar pusar bayi dan biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan pertama kehidupan bayi.

Hernia Inguinalis atau Hernia Selangkangan

Hernia inguinalis atau hernia selangkangan terjadi ketika usus atau bagian organ tubuh lainnya menonjol keluar dari rongga perut melalui celah di sekitar daerah selangkangan. Hernia ini dapat terlihat sebagai tonjolan di sekitar pangkal paha bayi dan biasanya memerlukan tindakan operasi untuk memperbaikinya.

Hernia Femoralis atau Hernia Paha

Hernia femoralis atau hernia paha terjadi ketika usus atau bagian organ tubuh lainnya menonjol keluar dari rongga perut melalui celah di sekitar daerah pangkal paha. Hernia ini lebih umum terjadi pada bayi perempuan dan biasanya memerlukan tindakan operasi untuk memperbaikinya.

Hernia Hiatal atau Hernia Diafragma

Hernia hiatal atau hernia diafragma terjadi ketika bagian atas lambung menonjol keluar melalui celah diaphragma dan masuk ke dalam rongga dada. Hernia ini jarang terjadi pada bayi, namun dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan memerlukan tindakan operasi untuk memperbaikinya.

Penanganan Hernia pada Bayi

Penanganan hernia pada bayi tergantung pada jenis hernia yang terjadi dan seberapa besar hernia tersebut. Pada hernia umbilikalis atau hernia pusar, biasanya tidak perlu dilakukan tindakan medis dan hernia akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan pertama kehidupan bayi. Namun, jika hernia tidak hilang setelah beberapa bulan atau terjadi pada bayi yang lebih besar, mungkin diperlukan tindakan operasi untuk memperbaikinya. Pada hernia inguinalis atau hernia selangkangan, hernia femoralis atau hernia paha, serta hernia hiatal atau hernia diafragma, biasanya diperlukan tindakan operasi untuk memperbaikinya. Operasi ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil pada area hernia dan memperbaiki otot atau jaringan yang lemah.

Pencegahan Hernia pada Bayi

Tidak ada cara pasti untuk mencegah hernia pada bayi, namun ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko terjadinya hernia, seperti menjaga berat badan bayi yang sehat, menghindari mengejan atau menarik-narik bayi dengan kasar, serta menghindari memberikan makanan yang terlalu berat atau terlalu banyak pada bayi.

Kesimpulan

Hernia pada bayi merupakan kondisi medis yang sering terjadi dan dapat terjadi pada berbagai bagian tubuh bayi. Meskipun beberapa jenis hernia dapat hilang dengan sendirinya, namun pada beberapa kasus hernia memerlukan tindakan operasi untuk memperbaikinya. Untuk mengurangi risiko terjadinya hernia pada bayi, sangat penting untuk menjaga berat badan bayi yang sehat serta menghindari mengejan atau menarik-narik bayi dengan kasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *